Memperluas Manfaat DESBUMI Lewat Kuliah Kerja Nyata

0
1297
Pelaksanaan KKN Tematik DESBUMI di Wonosobo (Dok. source: instagram.com/kuripanstory)
Pelaksanaan KKN Tematik DESBUMI di Wonosobo (Dok. source: instagram.com/kuripanstory)

Di tahun 2017, Migrant CARE menindaklanjuti program kerjasamanya dengan beberapa perguruan tinggi untuk mengembangkan pelibatan aktivitas akademisi dalam perlindungan pekerja migran. Bentuk pengembangan ini dilakukan dalam format Kuliah Kerja Nyata Tematik Desa Peduli Buruh MIgran (KKN Tematik DESBUMI). Universitas Jenderal Soedirman (Purwokerto), UIN Sunan Kalijaga (Yogyakarta) dan Universitas Negeri Jember (Jember), tiga Perguruan Tinggi yang menjadikan KKN Tematik DESBUMI sebagai salah satu pilihan bagi mahasiswanya yang ingin melaksanakan program KKN.

KKN Tematik DESBUMI diharapkan dapat memperkuat tujuan KKN sebagai salah satu manifestasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat, yang secara spesifik dilakukan untuk mewujudkan migrasi aman bagi buruh migran sejak dari desa. Di sisi lain, KKN Tematik DESBUMI juga berupaya memperkenalkan dan memperluas pengetahuan tentang isu-isu pekerja migran di kalangan akademisi serta anak muda. Dalam periode ini, KKN Tematik Desbumi dilaksanakan di tiga belas desa yang tersebar di Kabupaten Jember, Cilacap, Kebumen dan Wonosobo yang mayoritas juga merupakan lokasi-lokasi persebaran DESBUMI. Pelaksanaannya KKN dilakukan selama kurang-lebih satu bulan.

Program-program yang dilakukan dalam KKN Tematik DESBUMI mengacu pada lima pilar yaitu; (1) Advokasi, (2) Kelembagaan, (3) Pendataan dan Penyebaran Informasi, (4) Pemberdayaan, dan (5) Pengembangan Model Ekonomi. Melalui lima pilar ini, kehadiran mahasiswa peserta KKN Tematik DESBUMI di tengah masyarakat diharapkan bisa memperkuat peranan desa dan komunitas purna migran di desa-desa tempat pelaksanaan KKN untuk memutus kerentanan para pekerja migran terhadap beragam persoalan dengan mendunk akses terhadap informasi, keadilan hingga minimnya pemberdayaan ekonomi.

Arif Prabowo (Koordinator Desa saat pelaksanaan KKN Tematik DESBUMI di Desa Kuripan, Kecamatan Watumalang, Wonosobo) punya kesan sendiri setelah mengikuti KKN Tematik DESBUMI. “Kita bisa membantu packaging produk-produk komunitas supaya lebih menarik lagi untuk dipasarkan,” tuturnya. “Tidak hanya packaging, teman-teman KKN juga coba membantu terkait izin pemasaran kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” ujar Mahasiswa semester akhir Jurusan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman ini. “Lewat pendataan buruh migran, kita juga bisa mengetahui beragam permasalahan pekerja migran yang terjadi,” tambahnya.

Kemudian Arif juga menuturkan, ada pesan yang didapat setelah mengikuti KKN Tematik Desbumi di Desa Kuripan bahwa perlu adanya peran dan perhatian lebih dari elemen Pemerintah dan masyarakat di desa terkait perlindungan dan pemberdayaan warganya yang akan atau pernah menjadi pekerja migran. “Di DESBUMI Kuripan sendiri lebih baik dari tempat lainnya karena Kepala Desa dan Pemerintah Desanya punya perhatian penting kepada warganya. Berbeda dengan daerah lain yang cenderung tidak memperhatikan bahkan tidak memperhatikan bahkan tidak tahu tentang mobilitas warganya yang jadi buruh migran,” tambah Arif.

Lain kisah dari Desa Kuripan, lain lagi kisah dari pelaksanaan KKN Tematik Desbumi di Desa Ngadikusuman, Kecamaatan Kertek, Wonosobo. Di Desa Ngadikusuman, pencapaian utama pelaksanaan KKN Tematik Desbumi adalah tersusunnya Draf Rancangan Peraturan Desa tentang Perlindungan Buruh Migran, Mantan Buruh Migran serta Anggota Keluarganya. Dalam pelaksanaan KKN Tematik DESBUMI di Desa Ngadikusuman, juga terbentuk pemberdayaan pekerja migran purna dan anak-anak pekerja migran melalui pembentukan rumah baca. Keberadaan rumah baca ini menambah sarana dan prasarana edukasi bagi warga khususnya anak-anak pekerja migran.

Dengan demikian, keberadaan KKN Tematik DESBUMI berhasil memperluas manfaat DESBUMI melalui pelibatan mahasiswa dan program-program yang dirancang dalam pelaksanaan KKN. Inisiatif ini sekaligus menjadi inovasi dalam pelaksanaan KKN agar lebih spesifik menjawab persoalan yang terjadi di masyarakat. Sehingga sudah menjadi harapan berbagai pihak, agar KKN Tematik DESBUMI dapat dilaksanakan dan dilanjutkan kembali di periode-periode KKN ke depan, dan dengan cakupan wilayah yang lebih luas.