Pengadaan akses pendidikan anak-anak BMI di Malaysia

0
418

Presiden Joko Widodo mendampingi Ibu Negara Iriana yang menandatangani buku tamu di Istana Negara, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (5/2). Kedatangan Presiden dan Ibu Negara di Istana Negara untuk menghadiri jamuan makan malam dengan pemimpin Kerajaan Konstitusional Malaysia Abdul Halim Mo’azam Shah dan petinggi pemerintahan Malaysia.

KUALA LUMPUR, KOMPAS — Pemerintah Indonesia menganggap Malaysia sebagai mitra penting. Selain dekat secara geografis, Malaysia juga dianggap dapat memainkan peran dalam banyak hal. Salah satu peran yang dimaksud terkait posisinya saat ini sebagai Ketua Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan, salah satu yang akan dijadikan topik pembicaraan di antara kedua negara adalah persoalan buruh migran. Persoalan tersebut dinilai penting mengingat banyak tenaga kerja Indonesia saat ini bekerja di Malaysia.

”Besok (Jumat, 6/2), persoalan itu dibicarakan Presiden dengan Pemerintah Malaysia,” kata Retno, Kamis, di Kuala Lumpur, Malaysia, sebagaimana dilaporkan wartawan Kompas, Andy Riza Hidayat.

Selain soal buruh migran, menurut dia, hal lain yang didiskusikan bersama adalah soal investasi dan pengembangan sektor pariwisata. Retno yakin jumlah wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia dapat ditingkatkan. Saat ini jumlah wisatawan Malaysia ke Indonesia terbanyak setelah wisatawan asal Singapura.

Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Malaysia merupakan rangkaian kunjungan pertamanya ke negara-negara ASEAN, yang biasanya dilakukan kepala negara ASEAN yang baru menjabat. Setelah Malaysia, Presiden dijadwalkan mengunjungi Brunei dan Filipina pada 5-9 Februari 2015. Kunjungan Presiden Jokowi juga merupakan silaturahim sesama negara tetangga.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan A Djalil, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri, serta Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Nusron Wahid.

Presiden Jokowi bertolak dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan pesawat kepresidenan Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 pada pukul 13.00. Presiden tiba di Kuala Lumpur pukul 15.45 dan disambut Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak dengan upacara kenegaraan.

Untuk menghormati kunjungan kenegaraan itu, digelar jamuan makan malam di Istana Negara, Kuala Lumpur. Di Istana Negara, lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” kembali berkumandang untuk ketiga kalinya.

Penandatanganan MOU

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha C Nasir dalam jumpa pers mengatakan, pada pertemuan bilateral kedua negara hari Jumat ini, Presiden Jokowi bersama mitranya, Najib, akan membahas sejumlah isu kerja sama, antara lain ekonomi dan investasi, perbatasan, politik, hukum dan keamanan, serta masalah perlindungan buruh migran Indonesia di Malaysia.

”Terkait isu ekonomi dan investasi, Indonesia merencanakan untuk meningkatkan nilai neraca perdagangan kedua negara menjadi 30 juta dollar AS tahun ini,” ujar Arrmanatha.

Soal isu perbatasan, lanjutnya, kedua negara akan memulai proses negosiasi perbatasan per Februari ini dengan terlebih dahulu membahas peta jalan perbatasan kedua negara.

Adapun mengenai isu perlindungan buruh migran Indonesia, Pemerintah Indonesia berupaya memastikan pengadaan akses pendidikan terhadap anak-anak buruh migran Indonesia yang bekerja di Malaysia. ”Hal itu akan dikukuhkan dalam bentuk nota kesepahaman (MOU) antarmenteri terkait,” kata Arrmanatha.

Selain itu, kedua kepala pemerintahan juga akan menyaksikan penandatanganan MOU untuk memerangi perdagangan narkotika di kedua negara. Penandatanganan dilakukan Badan Narkotika Nasional dan Kepolisian Diraja Malaysia. (DWA)

KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYAT

Sumber: http://print.kompas.com/KOMPAS_ART0000000000000000011848043