Malaysia Masih Jadi Negara Tujuan TKI Terbesar
Senin, 01 Maret 2010, 10:08 WIB
Republika.co.id
JAKARTA--Negara jiran Malaysia masih menjadi negara tujuan penempatan tenaga kerja Indonesia terbesar. Hingga awal Februari lalu, terdapat 1,2 juta TKI bekerja di negara tersebut. Sedangkan, Arab Saudi menempati posisi kedua dengan 927.500 TKI. Sementara, total penempatan mencapai 2.679.536 orang.
Dari segi jumlah, Malaysia masih tetap menjadi negara penempatan terbesar bagi TKI, kata Menteri Tenaga Kerha dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam siaran pers diterima Republika, Ahad, (28/2).
Selain kedua negara, menurut Muhaimin, terdapat beberapa negara tujuan penempatan lain dengan jumlah TKI cukup besar. Mereka adalah Taiwan dengan 130 ribu TKI, Hong Kong 120 ribu TKI, Singapura 80.150 TKI, Kuwait 61 ribu TKI, Uni Emirat Arab 51.350 TKI, Brunei Darussalam 40.450 ribu TKI, Yordania 38 ribu TKI, Qatar 24.586 TKI, dan Bahrain 6.500 TKI.
Sedangkan, pemasukan devisa yang dihasilkan dari remitansi dikirimkan TKI sampai akhir 2009 mencapai 6,615 miliar dolar AS, katanya.
Untuk melindungi TKI di luar negeri, Pemerintah melakukan sejumlah upaya. Salah satunya adalah mengkaji ulang atas beberapa nota kesepahaman (MoU) penempatan TKI dengan sejumlah negara tetangga. Hal itu berdasarkan UU No. 39 tahun 2004 dan PP 38 tahun 2007. Saat ini Pemerintah serius melakukan review atas MoU Penempatan dan Perlindungan TKI yang dianggap tidak relevan lagi, katanya.
Hingga kini, sebanyak 10 MoU telah ditandatangani Pemerintah Indonesia dan sejumlah negara. Mereka adalah dengan Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Kuwait, Yordania, Uni Emirat Arab, Syria, Libya dan Qatar.
Selain itu, Kemenakertrans pun telah membentuk satgas Pemantauan Pengawasan Penempatan dan Perlindungan TKI untuk meminimalisir permasalahan TKI mulai dari persiapan pemberangkatan TKI yang dilakukan di dalam negeri, kata Muhaimin. |