Ibu Bekti, Korban Perdagangan Manusia Meninggal di Malaysia

0
871

Pada 13 Juni 2016 pukul 22:11, Divisi Bantuan Hukum Migrant CARE mendapatkan berita duka dari keluarga Buruh Migran Indonesia di Malaysia. Salah satu dampingan kami bernama Bekti (perempuan, 41 tahun), pada pukul 20.00 meninggal dunia di RS. Klang Malaysia karena kanker payudara yang dideritanya.

Saat ini Migrant Care sedang mengupayakan pemulangan jenazah ibu Bekti dari Malaysia ke Jambi. Alex Ong pihak Migrant CARE Malaysia saat ini berkordinasi secara intens dengan pihak Aliansi Perempuan Jambi dan Pemda Jambi untuk kepentingan proses administrasi dan teknis pemulangan jenazah ibu Bekti.

Ibu Bekti adalah seorang BMI asal Jambi yang menjadi korban perdagangan manusia. Pada tahun 2013 ia ditawari untuk bekerja di Dumai, namun ternyata pada akhirnya dikirim ke Malaysia. Mengetahui dirinya menjadi korban perdagangan manusia, beliau melarikan diri dari majikannya dan kemudian hilang kontak dengan pihak keluarga. Pada pertengahan April 2016 keluarga mendapat kabar keberadaan dan kondisinya yang sedang sakit parah dari teman Ibu Bekti melalui media sosial.

Sebagai BMI yang tidak memiliki kelengkapan dokumen, Ibu Bekti mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan di Malaysia. Ibu Bekti baru bisa mengakses RS. Klang sejak Minggu 12 Juni 2016 setelah sebelumnya hanya dirawat di sebuah kamar kos dan sempat beberapa kali ke klinik setempat. Keluarga beliau terhubung dan mendapatkan pendampingan Migrant CARE melalui LSM Aliansi Perempuan Jambi.

Update dari Lembaga Aliansi Perempuan Merangin-Jambi

Pertama sekali mewakili Keluarga Ibu Bekti dan Lembaga Aliansi Perempuan Merangin-Jambi, saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas upaya yang telah  dilakukan oleh Migrant CARE untuk ibu Bekti baik saat beliau masih sakit hingga ahkirnya Beliau meninggal dunia dan proses pemulangan Jenazah Beliau ke kampung Halamannya yaitu di desa Pulau Tujuh Kecamatan Pamenang Barat Kabupaten Merangin РJambi.

Jenazah Ibu Bekti sampai di bandara Sultan Thaha Jambi pada jam 5.05 pm. Jenazah di sambut oleh ahli waris/ kelurga, pendamping APM dan Bupati Merangin H.Al Haris.S.Sos. Menempuh perjalanan darat Jambi – Merangin kurang lebih 7 jam, pukul 11.45 PM Jenazah tiba di rumah duka di desa Pulau Tujuh.

Setelah diperistirahatkan dan memberi kesempatan kepada sanak saudara, kerabat, teman dan para tetangga untuk mendoakan dan memberi penghormatan terahkir pada almarhummah, pada jam 09.30 AM di lakukan upacara pelepasan Jenazah di pimpin oleh Bapak Wakil Bupati Merangin Drs.H.Khafid Moein.M.M , seterusnya disholatkan di Masjid Agung dan di lanjutkan dengan proses pemakaman di area Pemakaman umum desa Pulau Tujuh.