Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI)

Latar Belakang

DESBUMI merupakan inisiatif lokal yang dibangun untuk mendorong terwujudnya perlindungan terhadap buruh migran terutama perempuan sejak dari desa. Desa merupakan wilayah pertama dimana fase migrasi tenaga kerja bermula, namun selama ini Desa baru berperan dalam memberikan surat keterangan bagi warganya yang akan berangkat ke luar negeri, itupun belum terdokumentasi secara baik bahkan sering menjadi inisiatif awal pemalsuan dokumen. Melalui DESBUMI diharapkan desa (sebagai otoritas negara paling depan berhadapan dengan masyarakat) mampu berperan lebih aktif dalam melayani dan melindungi warganya yang bekerja di luar negeri. Inisiatif ini merupakan kerja bersama antara organisasi masyarakat sipil, komunitas keluarga buruh migran dan pemerintah desa.

Struktur Kelembagaan

Secara kelembagaan DESBUMI berada di bawah naungan pemerintah desa. Namun struktur kelembagaan DESBUMI juga melibatkan secara partisipatoris masyarakat sipil, seperti kader desa, mantan buruh migran, Babinsa dan pemangku kepentingan desa yang lain. Struktur DESBUMI terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Divisi-divisi/ bagian Kerja yang meliputi Informasi, penanganan kasus dan Sosialisasi/Desiminasi Informasi.

Layanan yang Tersedia

  • Layanan Informasi. DESBUMI membentuk PPIT (Pusat Pelayanan Informasi Terpadu) yang memuat data-data buruh migran warganya, informasi terkait migrasi aman dan kegiatan DESBUMI. Informasi tersebut tersedia di dalam website desa
  • Layanan Pengurusan Dokumen. DESBUMI menyediakan layanan dokumen bagi calon buruh migran yang meliputi KTP, KK dan surat keterangan. Dokumen ini akan menjadi basis pembuatan paspor yang berbasi dokumen yang benar.
    Layanan Pengaduan Kasus. DESBUMI melayani warganya yang menjadi buruh migran yang bermasalah. Setiap buruh migran yang bermasalah bisa mengadukan masalahnya ke DESBUMI.
  • Layanan Pemberdayaan Ekonomi bagi buruh migran purna. DESBUMI mendukung kelompok-kelompok mantan buruh migran yang mengembangkan usaha bersama.
  • Sosialisasi. DESBUMI melakaukan sosilaisasi kepada warganya tentang bagaimana bermigrasi secara aman.
  • Pendataan. DESBUMI melakukan pendataan secara reguler terhadap warganya yang menjadi buruh migran ke luar negeri, termasuk mereka yang sudah pulang kembali ke desanya.
  • Peraturan Desa. Secara hukum peran-peran DESBUMI dalam melindungi warganya di atur dalam Peraturan Desa atau Perdes tentang perlindungan buruh migran yang mengacu pada Konvensi Internasional tentang Perlindungan Buruh Migran dan anggota Keluarganya yang sudah diratifikasi kedalam UU No.6/2012